Monday, August 2, 2010

Re-post

I should thanks Allah everyday, that during my "panic" time...I still have you...

Thank you my dearest friends...

Saturday, July 31, 2010

Ramadhan sebentar lagi....la..la..la..la

Satu bulan menjelang Ramadhan, biasanya suasana puasa sudah mulai terasa. Dari stasiun-stasiun TV yang mulai menayangkan promo acara buka puasa, acara sahur, sampai sinetron-sinetron yang pemain perempuannya tiba-tiba mengubah penampilan--masalah kesinambungan cerita mah belakangan. Iklan-iklan produk juga ndak mau kalah. Mulai tayang tu iklan produk-produk yang cocok untuk buka puasa, menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa, de el el. Malah ada yang lebih hebat lagi, promo mudik gratis....yaelaah...puasa aja belum...:D

And how about us...the shoimin...what have we prepared for this ramadhan....?



*haven't prepared anything...:(


Monday, July 12, 2010

Seruan tuk diri sendiri!!

Take your time to write...

Take your time to read Andrea Hirata's new book...

Monday, May 31, 2010

Bertambah satu nama lagi....

Allahumma firlaha, warhamha, wa'afihi, wa'fuanha

Tuesday, May 11, 2010

Sometime smiley just ain't enough....

Wednesday, May 5, 2010

wondering...

tumben...dah lama keknya ndak ada yang nanya-nanya lagi...udah pada bosan kali ya...;))..ato udah tahu jawabannya kali ya...:)

Sunday, May 2, 2010

Datang tak diharap, pulang disambut suka cita

Susah juga ya ngasi pemahaman ke anak kecil. Diomelin bukannya nurut, tapi malah ketawa. Repot khan urusannya. Kita udah ngomel kaya petasan banting, eh dianya malah ngakak (itu artinya mata melotot tanpa senyum dianggap jenaka sama anak kecil...badut kalii...:P). Tapi rasanya ndak semua anak kecil kok susah diatur. Gimana ortunya aja kali ya. Kalau sedini mungkin, itu anak-anak sudah diajarin manner and attitude, pasti ga akan ada tuan rumah yang senang hati bukan kepalang ketika tamunya pamit pulang (walaupun itu berarti segera ambil sapu, ngepel, beresin rumah yang udah kaya kapal pecah...:D)

Ajaib aja...krucil-krucil itu...naik sana-naik sini, lari sana-lari sini, lempar sana-lempar sini, teriak-teriak, banting-banting pintu, berantem ga berenti-berenti...eh, abinya diam aja gitu...tetap cool baca koran. Jijai bajai deh...biar kata dihormati banyak orang, tapi kalau ga becus ngurus anak, KE LAUT AJA DEH....(esmossi jiwah).

Ya, kalau mereka jadi trouble maker di rumahnya sendiri, ya sebodo teing...tapi kalau lagi namu', jadi tamu yang baik dong. Emang sih, diriku belum punya anak. Belum tahu juga susahnya ngurus anak dan anak-anakku akan seperti itu juga atau engga...tapi beneran deh...kalau suatu saat anugerah dan amanah itu hadir, trying hard become the right parent, not just the good one.


*berdiam di kamar, ditemani suara TV dari luar yang entah berapa volumenya dan teriakan-teriakan yang ndak ada habis-habisnya...

Monday, April 26, 2010

My mom_the everlasting learner

My mom says, ndak pernah ada kata terlambat untuk belajar. Semua hal bisa dipelajari. Sesuatu yang tadinya kita sama sekali tidak berpengetahuan tentangnya, bisa dipahami dengan mencari tahu; via membaca, bertanya, atau learning by doing. Dan bukan sekadar kata, beliau sudah membuktikannya.

Di tahun 2004, beliau merencanakan membuat kos-kosan. Katanya biar rumah ndak terlalu sepi sepeninggal bapak (padahal sih ada kos-kosan juga ndak jamin rumah jadi rame, wong yang kos juga karyawan yang pergi pagi pulang malam..:D). Amazing aja lihat beliau mulai corat coret, baca sana baca sini, hitung sana hitung sini, bikin sketsa, sampai mencari pemborong yang bakal mengerjakan tu rumah. Pokoknya beliau berprinsip, punya kos-kosan tapi semuanya tetap merasa nyaman dan ndak terganggu dengan kehadiran orang lain. Tiga tahun kemudian, giliran rumah kami yang mau direnovasi. Beliaulah yang tetap memegang peranan. Yang ini pasti lebih rumit ya dibanding membangun kos-kosan. Beliau juga yang membuat sketsa rumah lengkap, dari depan sampai belakang.

Sekarang beliau lagi senang-senangnya mengerjakan soal-soal matematika. Kemarin sempat minta dibeliin buku matematika kelas VII dan VIII. Setelah pulang mengajar, pasti langsung dikerjain soal-soal yang ada di buku-buku itu. Soal-soal Olimpiade untuk SD juga ndak ketinggalan dikerjakan. Beliau bilang, jarang ada seminar atau pelatihan untuk guru kelas I SD. Jadi untuk menambah kemampuan, beliau memilih belajar sendiri dengan mengerjakan soal-soal yang levelnya jauh di atas yang beliau ajarkan kepada murid-muridnya. Beliau juga pernah kursus bahasa Inggris di LIA (sempat satu kelas sama teman SMA nya adeku...:D). Pernah juga pingin kursus nyetir, tapi ndak jadi karena ternyata ada yang ndak bisa ditinggal di rumah.

Apakah sejak menikah, beliau sudah seperti itu? Mengambil inisiatif dalam banyak hal di keluarga kami. Ndak juga ternyata. Dari cerita-cerita beliau yang kudengar belakangan, sebenarnya bapak lebih dominan..sangat malah. Dalam hal-hal kecil, seperti membeli perabot rumah misalnya, bapak lebih suka memberi "kejutan". Tiba-tiba sudah beli aja sendiri, siap diantar ke rumah :). Jadi keputusan itu lebih banyak ada di tangan bapak. Mungkin...segala potensi yang beliau punya tenggelam di balik dominasinya bapak...hahaha. Dan, keadaanlah yang akhirnya membuat beliau kini mampu mengambil hampir semua peran kepala keluarga. Sehingga muncullah potensi-potensi yang selama ini masih terpendam. Malah beliau berencana membuat TK di rumah selepas pensiun akhir tahun ini.

Bu, semoga Allah meridhoi dan memudahkan segala usahamu, mengabulkan doa-doa dan keinginanmu, membahagiakanmu dunia akhirat...Amiiinn




*Kok ndak nurun ke anaknya ya....:P