Salah satu solusi instan pemerintah menyikapi penyiksaan lagi dan lagi terhadap TKW di luar negeri adalah masing-masing tenaga kerja migran tersebut akan dibekali henpon agar mereka lebih mudah meminta pertolongan bila menerima perlakuan semena-mena dari majikannya. "Bagi-bagi henpon ya"...mbok ya memikirkan solusi preventif gitu lho. Mencegah bagaimana caranya pekerja migran tidak diperlakukan semena-mena di negeri orang. Sekujur lubuh luka, disiram air panas, dipukuli, dll trus dikasi henpon gitu buat lapor.....plis dech!! Lagian emang tu henpon ndak akan disita gitu sama majikan....paspor aja ditahan apalagi alat komunikasi.
Tega memang perlakuan orang-orang yang tidak sebangsa dengan kita itu terhadap pekerja migran. Di luar batas perikemanusiaan dan keadilan. Tapi sebenarnya perlakuan orang kita juga ndak kalah kok. Mulai dari pemotongan gaji yang cukup besar (untuk ganti biaya di penampungan katanya), mengirim tenaga kerja ke luar negeri tanpa skill yang memadai, ketika mereka pulang kembali ke Indonesia pun harus menghadapi rumitnya proses pemulangan sampai ke kampung halaman masing-masing.
Rasanya akan jauh lebih baik bila pemerintah menarik semua tenaga kerja migran (khususnya PRT) di negara-negara yang memiliki track record buruk dalam memperlakukan WNI. Pulangkan mereka dengan baik ke keluarganya, beri assesment kepada tiap kepala daerah untuk menciptakan lapangan pekerjaan di daerahnya masing-masing. Sehingga tak perlu masyarakatnya mempertaruhkan nyawa tuk menyambung hidup. Daripada tuk beli henpon, lebih baik dananya digunakan untuk membuat pabrik, membuka lapangan kerja untuk banyak orang.
Hidup adalah pilihan, tapi untuk sebagian orang, hidup tak pernah memberi pilihan yang ada hanyalah kebulatan tekad meski tanpa skill, memaksa diri meninggalkan suami dan anak-anaknya demi segenggam riyal atau ringgit..meski harus pulang dalam keadaan yang sangat memprihatinkan...:(
Tega memang perlakuan orang-orang yang tidak sebangsa dengan kita itu terhadap pekerja migran. Di luar batas perikemanusiaan dan keadilan. Tapi sebenarnya perlakuan orang kita juga ndak kalah kok. Mulai dari pemotongan gaji yang cukup besar (untuk ganti biaya di penampungan katanya), mengirim tenaga kerja ke luar negeri tanpa skill yang memadai, ketika mereka pulang kembali ke Indonesia pun harus menghadapi rumitnya proses pemulangan sampai ke kampung halaman masing-masing.
Rasanya akan jauh lebih baik bila pemerintah menarik semua tenaga kerja migran (khususnya PRT) di negara-negara yang memiliki track record buruk dalam memperlakukan WNI. Pulangkan mereka dengan baik ke keluarganya, beri assesment kepada tiap kepala daerah untuk menciptakan lapangan pekerjaan di daerahnya masing-masing. Sehingga tak perlu masyarakatnya mempertaruhkan nyawa tuk menyambung hidup. Daripada tuk beli henpon, lebih baik dananya digunakan untuk membuat pabrik, membuka lapangan kerja untuk banyak orang.
Hidup adalah pilihan, tapi untuk sebagian orang, hidup tak pernah memberi pilihan yang ada hanyalah kebulatan tekad meski tanpa skill, memaksa diri meninggalkan suami dan anak-anaknya demi segenggam riyal atau ringgit..meski harus pulang dalam keadaan yang sangat memprihatinkan...:(